RPS 2

Ibu profen mempunyai stereoisomer karena memiliki molekul kiral yang mana 1 atom karbon mengikat 4 gugus yang berbeda sehingga ibuprofen memiliki konfigurasi S-Ibuprofen dan R-Ibuprofen. Kedua konfigurasi ini memiliki fungsi yang berbeda dalam hal memberikan efek farmakologisnya. Untuk lebih jelasnya lagi silahkan simak video ini!

https://youtu.be/Na0uea96NgY?si=_KnCVhU5J1xd0_6s 

Komentar

  1. Dalam video anda dijelaskan bahwa ibu profen memiliki konfigurasi gugus fungsi yaitu R-Ibu profen dan S-Ibu profen. Akan tetapi keduanya memiliki peran yang berbeda dalam memberikan efek farmakologi pada tubuh. Mengapa hal demikian bisa terjadi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hal tersebut terjadi karena R-Ibu profen dan S-Ibu profen memiliki cara kerja yang berbeda yang mana S-Ibu profen mampu menghambat siklooksigenase (COX) sedangkan R-Ibu profen bukanlah penghambat COX. COX merupakan enzim yang bertanggung jawab untuk pembentukan prostanoid termasuk prostaglandin. Prostaglandin ini adalah senyawa yang merangsang nyeri dan peradangan. Nah, S-Ibu profen inilah yang menghambat sintesis dari COX ini sehingga ia bisa memberikan efek farmakologis sebagai analgesik dan antiinflamasi sedangkan R-Ibu profen tidak. Selain itu keduanya juga terlibat dalam jalur metabolisme yang berbeda. R-Ibu profen terlibat dalam jalur metabolisme lipid dan dimasukkan ke dalam trigliserida bersama dengan asam lemak endogen. Sedangkan S-Ibu profen tidak terlibat dalam reaksi metabolisme tersebut, itulah sebabnya S-Ibu profen dianggap lebih bersih secara metabolik.

      Hapus

Posting Komentar